Terkenang kembali oleh saya cerita Mas Pram tentang perjalanan pulang dari Buru tahun 1979. Dalam rombongan sekitar 40 orang tahanan yang dianggap diehard oleh penguasa militer Indonesia waktu itu, ia diputar-putar untuk disembungikan dari tatapan mata internasional. Tidak berhasil. Di salah satu tempat di Jawa, dalam perjalanan itu, salah seorang rekannya menegur kenapa Mas Pram tidak sembahyang. Dan apa jawab Mas Pram?
“Sebelum saya dilahirkan, Tuhan sudah tau bahwa hari ini saya tidak sembahyang!”
(Koesalah Soebagyo Toer)